Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)



     Penyakit Dengue Hemerragic Fever (DHF) atau yang diketahui sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus dengan gejala klinis seperti, demam, nyeri otot dan nyeri sendir yang disertai dengan ruam (kemerahan), limfadenopati, trombositopenia, dan ditesis hemoragik (Nanda nic-noc, 2015:170).

    Virus ini akan mengganggu kinerja darah kapiler dan sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan pendarahan. DHF ini tidak menular melalui kontak manusia dengan manusia, melainkan melalui nyamuk yang dimana merupakan suatu penyakit infeksi yang dapat berakibat fatal dalam waktu yang relatif singkat.

Klasifikasi DHF :

    Menurut WHO 1997 :

1. Derajat I (Ringan)

       Pada derajat I gejala yang biasa dialami adalah demam edngan uji torniket positif (+).

2. Derajat 2 (Sedang)

    Pada derajat II biasanya terdapat gejala seperti pada DBD derajat I, yaitu demam dan disertai pendarahan spontan di kulit atau lainnya.

3. Derajat III (Berat)

    Penderita DBD derajat 3 biasanya akan mengalami kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan nadi brakikardia, hipotensi, sianosis disekitar mulut, akral teraba dingin, kulit lembab, serta gelisah dan tampak murung.

4. Derajat IV (Sangat Berat)

    Derajat IV atau sangat berat merupakan penderita syok berat dengan tekanan darah yang tidak dapat diukur dan nadi yang tidak dapat diraba.

Penyebab DHF :

1. Virus Dengue

    Virus dbd atau dengue merupakan penyebab dari penyakit dhf yang termasuk dalam golongan virus Arbovirus (Arthropodborn virus) Grup B. Virus dengue memiliki 4 kelompok yang dimana keempat kelompok virus tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan secara serologis.

2. Vektor

    Serotipe virus memiliki 4 golongan Virus dengue yang dapat disebarkan melalui vektor yaitu pada nyamuk aedes aegypti, aedes polynesiensis, aedes albopictus dan ada spesies lain dalam vektor virus ini yang kurang berkenan. Infeksi yang dialami dari salah satu serotipe tersebut akan membentuk antibodi terhadap serotipe yang bersangkutan. Namun tidak mempan terhadap serotipe yang lainnya.

3. Penularan Virus

    Virus DBD atau dengue ditularkan lewat nyamuk aedes aegyepti atau nyamuk serotipe lainnya akan masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan. Virus dengue dapat berada dalam masa inkubasi dilokasi gigitan selama 3-8 hari (sebagian dari peredaran darah).

Patofisiologi DHF 

    Patofisiologi yang utama dalam kasus DHF adlaah dengan tingginya permeabilitas dinding dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan menurunnya volume dalam plasma. Plasma darah yang menurun menyebabkan jumlah trombosit berkurang sehingga terjadinya hipotensi karena kurangnya hemoglobin dalam darah, terjadinya hemokonsentransi atau peningkatan hemotokrit sebanyak >20% dan renjatan (syok).

Komplikasi Pada Penderita DHF

1. Pendarahan

    Pendarahan pada kasus DHF diakibatkan oleh adanya perubahan yang terjadi di vaskuler yang memungkinkan protein plasma, leukosit dan trombosit meninggalkan darah.

2. Ensefalopati Hipoksik

    Ensefalopati hipoksik atau ensefalopati akibat kekurangan oksigen pada otak dapat terjadi ketika pendarahan tidak cepat tertangani sehingga terjadi kegagalan sirkulasi darah untuk memasok oksigen ke seluruh organ termasuk otak sehingga menyebabkan ensefalopati hipoksik.

3. Dengue Syok Sindrom

    Dengue Syok Sindrom (DSS) merupakan syok sindrom yang terjadi pada pasien yang terinfeksi virus DHF atau DBD. DSS disebabkan oleh syok hipovolemik yang diakibatkan oleh pendarahan dan penginkatan permeabilitas kapiler disertai dengan kebocoran plasma.

4. Hemokonsentrasi

    Hemokonsentrasi atau meningkatnya nilai hematokrit terjadi akibat penurunan volume plasma darah yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang disertai kebocoran plamsa sedangkan jumlah trombosit akan menurun (trombositopenia).

5. Efusi Pleura

    Efusi pleura pada pasien DHF terjadi karena kebocoran plasma yang menyebabkan cairan intravaskuler mudah keluar dan terkumpul dalam rongga pleura.

Tanda dan Gejala

1. Demam Dengue

- Demam tinggi yang mencapai >40° celcius yang dapat dirasakan 7 hari sesudah digigit nyamuk

- Sakit kepala berat

- Bagian belakang mata terasa nyeri

- Nyeri otot dan sendi parah

- Mual dan muntah

- Ruam atau kemungkinan timbul di seluruh bagian tubuh 3-4 hari sesudah demam dan akan berkurang setelah 1 hingga 2 hari.

2. Demam Berdarah Dengue

- Kesulitan bernafas ketika demam awal mereda

- Pembuluh darah dan getah bening rusak

- Terjadi memar keunguan di hidung, gusi, serta bawah kulit akibat pendarahan yang terjadi di sekitar 24 hingga 48 jam kedepan

- Bocornya kapiler darah di seluruh tubuh yang dapat memenuhi peritoneum (Rongga perut) dan paru paru. Selain itu, pendarahan inipun bersiko merusak kelenjar getah bening dan terjadi pembengkakan pada hati dimana hal ini dapat menyebabkan kematian

3. Demam Shock Syndrome

    Dengue ini mempunyai gejala yang paling fatal dibandingkan penyakit dengue lainnya. Gejala demam ini mencakup sleuruh gejala dengue dan demam berdarah dengue yang disertai :

- Kebocoran di luar pembuluh darah

- Pendarahan hebat

- Shock, dimana tekanan darah berada jauh dibawah batas normal

Pencegahan DHF

1. Memasang Kasa dan Kelambu Tidur

    Pemasangan kasa di pintu dan jendala serta kelambu tidur dapat mencegah bnyamuk supaya tidak masuk ke dalam rumah. Selanjutnya, dapat pula dilakukan penutupan semua jendela yang ada dirumah.

2. Menyalakan Kipas Angin dan Air Conditioner (AC)

    Nyamuk DBD akan mendeteksi aroma tubuh ketika hendak menggigit kulit. Hal ini berkaitan dengan angin yang dihasilkan dari kipas maupun AC, sehingga menyebabkan nyamuk kesulitan untuk mendeteksi bau alami tubuh yang menyebar di ruangan akibat aliran udara dari kipas angin maupun AC.

3. Menggunakan Obat Nyamuk

    Obat nyamuk dalam bentuk spray/semprot maupun yang digunakan secara oles dapat mencegah dari gigitan nyamuk penyebab DBD. Adapun bahan alami yang dapat mencegah gigitan nyamuk dengue yaitu minyak essensial seperti minyak kayu putih, lemon, lavender, serai, serta pappermint.

4. Gunakan Pakaian yang Tertutup

   Menggunakan baju tertutup seperti atasan dan celana panjang serta kaus kaki tentunya dapat menyerap keringat saat aktivitas di luar ruangan dapat mencegah dari gigitan nyamuk demam berdarah.

5. Memperoleh Vaksin Dengue

    Vaksin dengue dapat mencegah penderitanya terkena gejala yang berat, walaupun tidak dapat benar benar terhindar dari gigitan nyamuk. Vaksin dengue ini tidak diperkenankan bagi yang belum pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya. Sehingga dalam penggunaannya perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.


Daftar Pustaka

Ginting,  Franciscus.,  Dkk.  (n.d). Pedoman Diagnostik  dan  Tatalaksanan   Infeksi Dengue  dan  Demam Berdarah Dengue Menurut  Pedoman WHO 2011. Lampung: Universitas Lampung

Hadinegoro,  Sri   Rezeki  H.,  Dkk.  (2004). Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia.  Jakarta: DepKes RI

KemenKes  RI.  (2017). Pedoman Pencegahan dan   Pengendalian   Demam    Berdarah Dengue di  Indonesia. Jakarta: KemenKes RI

Black,J.M., Hawks,J.H.  2009.   Keperawatan Medikal Bedah. Singapur:  Cv Pentasada Media  Edukasi.

Pane,   M.   (2019).   Fase-Fase   Demam Berdarah Dengue. From     Website Alodokter

Nareza,   M.   (2021). Pengobatan   Demam Berdarah. From Website Alodokter

    

    

    

    


Komentar